Pages

Pengertian dan Macam-Macam Agama di Indonesia

Indonesia memang terkenal akan ragam suku dan budanyanya. Selain itu, di Indonesia juga ada beberapa agama. Pengertian agama itu sendiri, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Agama yang diakui di Indonesia ada 6 yakni Agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu. Berikut ini macam jenis agama di Indonesia dan penjelasannya:

Agama Islam
Agama Islam diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar 1400 tahun yang lalu. Pendiri dari agama ini adalah Nabi Muhammad SAW. Agama ini memiliki kitab suci yang disebut dengan Al-Qur’an. Orang-orang yang beragama islam dapat beribadah di tempat ibadah yang diberi nama dengan masjid. Hari besar keagamaannya adalah Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Idul Adha, Tahun Baru Hijrah, Isra’ Mi’raj.

Agama Kristen Protestan
Agama Kristen Protestan diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar 2000 tahun yang lalu. Pendiri dari agama ini adalah Yesus Kristus. Agama ini memiliki kitab suci yang disebut dengan Alkitab. Orang-orang yang beragama ini dapat beribadah di tempat ibadah yang diberi nama dengan Gereja. Hari besar keagamaannya adalah Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih

Agama Katolik
Agama Katolik diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar 2000 tahun yang lalu. Pendiri dari agama ini adalah Yesus Kristus. Agama ini memiliki kitab suci yang disebut dengan Alkitab. Orang-orang yang beragama ini dapat beribadah di tempat ibadah yang diberi nama dengan Gereja. Hari besar keagamaannya adalah Hari Natal, Hari Jumat Agung, Hari Paskah, Kenaikan Isa Almasih

Agama Hindu
Agama Kristen Protestan diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar 3000 tahun yang lalu. Pendiri dari agama ini samap saat ini belum diketahui. Agama ini memiliki kitab suci yang disebut dengan Weda. Tempat ibdahnya adalah Pura. Hari besar keagamaannya adalah Hari Nyepi, Hari Saraswati, Hari Pagerwesi

Agama Buddha
Agama Budha diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar 2500 tahun yang lalu. Pendiri dari agama ini adalah Siddharta Gautama. Agama ini memiliki kitab suci yang disebut dengan Tri Pitaka. Orang-orang yang beragama ini dapat beribadah di tempat ibadah yang diberi nama dengan Vihara. Hari besar keagamaannya adalah Hari Waisak, Hari Asadha, Hari Kathina.

Agama Kong Hu Cu
Agama Budha diperkirakan masuk ke Indonesia sekitar 2500 tahun yang lalu. Pendiri dari agama ini adalah Kong Hu Cu. Agama ini memiliki kitab suci yang disebut dengan Si Shu Wu Ching . Orang-orang yang beragama ini dapat beribadah di tempat ibadah yang diberi nama dengan : Li Tang / Klenteng. Hari besar keagamaannya adalah Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh

Pengertian dan Macam Jenis tokoh, alur & latar novel

Tokoh adalah pelaku dalam cerita atau pementasan draam. Pengarang novel dan cerpen dapat melukiskan watak para pelakunya, seperti penakut, pemalu, penyabar, rendah hati, jujur, egois, sombong, kikir, dan masih banyak lagi. Watak pelaku yang dilukiskan melalui:

  1. Bentuk lahir pelaku
  2. Jalan pikiran pelaku
  3. Reaksi tokoh terhadap peristiwa yang terjadi
  4. Keadaan sekitar tokoh.


Disamping itu peran tokoh cerita juga bermacam-macam, diantaranya:

  • Tokoh utama, merupakan pelaku yang menjadi sumber sengketa dan penentu alur dalam suatu cerita.
  • Tokoh pelengkap adalah tokoh yang hanya melengkapi cerita dalam membentuk konflik.
  • Tokoh protagonist, adalah tokoh yang memerankan perilaku positif (tokoh idaman)
  • Tokoh antagonis, adalah tokoh yang memerankan perilaku negative (tokoh jahat).
  • Tokoh trigonis, tokoh penengah yang menyelesaikan konflik.


Suatu cerita akan lebih hidup dan menarik apabila tokoh-tokohnya terlibat dalam berbagai cerita. Jalinan cerita yang terbentuk dalam sebuah cerita disebut alur cerita atau plot.

Unsur-unsur alur cerita dapat dikelompokkan menjadi 5, yaitu:

  1. Pengantar, berupa lukisan keadaaan yang menuntun pembaca mengikuti jalan cerita.
  2. Penampilan masalah, menceritakan atau melukiskan persoalan yang dihadapi pelaku cerita.
  3. Puncak keterangan, menggambarkan masalah dalam cerita sangat gawat atau kritis.
  4. Ketegangan menurun, menggambarkan masalah yang berangsur-angsur diatasi dan kekhawatiran mulai berkurang.
  5. Penyelesaian, menggambarkan masalah telah dapt diatasi sepenuhnya.


Urutan alur dalam hubungan penyajian sebuah cerita adalah sebagai berikut:

  • Alur maju, yaitu alur yang urutan peristiwanya bergerak maju, dari kini hingga mendatang, Contohnya adalah cerita yang beralur 1-2-3-4-4-5 dan seterusnya.
  • Alur mundur, adalah alur yanr urutannya bergerak mundur atau dari masa kini ke masa lampau. Contohnya adalah cerita yang beralur 5-4-3-2-1.
  • Alur gabungan, yaitu alur maju dan mundur. Misalnya, 3-4-5-2-1 atau 3-2-1-4-5.


Latar (setting) adalah suatu yang melatarbelakangi berlangsungnya kejadian atau cerita. Latar atau setting meliputi:

  • Latar tempat, yaitu semua tempat yang dijadikan sasaran oleh tokoh.
  • Latar waktu, yaitu perkiraan waktu terjadinya suatu cerita.
  • Latar budaya, yaitu keadaan lingkungan berlangsungnya cerita.